Home Brief History Government Flora & Fauna Land & People Climate Tourism Contact Us
 
 

The Consulate

Consular Service

Economic Issues

Social & Culture

Events & Pictures

Useful Links

Announcement

 
 
 
 

PROSEDUR IMPOR NSW DIHARAP RAMPUNG TAHUN INI
Jakarta, 21/01/2009
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PROSEDUR IMPOR NSW DIHARAP RAMPUNG TAHUN INI

Jakarta, 20/1/2009 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan prosedur untuk seluruh dokumen barang impor yang termasuk dalam sistem National Single Window (NSW) dapat dirampungkan dalam tahun 2009 ini.

“Kita harapkan tahun ini minimal untuk impor semua selesai, dan untuk ekspor sudah dimulai tapi apakah bisa selesai semua dalam tahun ini, memang kita terus mengejar target itu,” kata Mendag usai menghadiri penjualan langsung migor murah di Kelurahan Tomang ,Jakarta Barat, Selasa (20/1).

            Sistem pelayanan satu pintu elektronik ini merupakan kegiatan pengiriman dan pendataan dokumen ekspor dan impor secara online guna membangun suatu otomatisasi sistem yang terintegrasi dalam proses pelayanan publik sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap kesepakatan perdagangan di tingkat regional ASEAN.

            “Melalui NSW itu kita harapkan membuat prosedur lebih efisien ekspor dan impor untuk mengurangi penyelundupan karena itu berarti kita bisa secara elektronik memantau dari pelabuhan awal hingga pelabuhan tujuan,” kata Mari.

            Untuk program yang berhubungan dengan perdagangan Internasional ini baru dapat diterapkan serta difokuskan di satu tempat yaitu pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang dinilai siap mengemplementasikan.

            “Tapi kita juga sudah mulai launching di pelabuhan di Semarang dan beberapa pelabuhan yang lain, ini memang suatu proses yang akan terus kita perbaiki,” tutur Mari seraya mengharapkan, proses perbaikan dapat terselesaikan dalam kurun waktu dua tahun mendatang.

            Selain itu, pemerintah sebagai pengambil kebijakan, akan lebih mudah memonitor dari segi jumlah dan angka perdagangan untuk ekspor maupun impor, “Dengan tujuan agar suatu hari nanti semua itu bisa di lakukan secara online agar lebih efisien dan transparan.”

Mengenai gambaran jalur alternatif, Mendag mengatakan, upaya memperlancar perjalanan angkutan barang menuju dan dari pelabuhan bongkar muat, masih membutuhkan kordinasi dengan instansi terkait lain.

Ini yang sedang dibahas dengan instansi lain, terutama Departemen Pekerjaan Umum, pemerintah DKI Jakarta, juga aparat keamanan, karena untuk pengalihan jalur ini seharusnya sudah bisa dimanajemenkan.

Cetak Biru Pembangunan dan Penerapan NSW yang agenda pelaksanaannya dituangkan dalam Instruksi Presiden No.5 Tahun 2008 tentang Fokus Kebijakan Ekonomi 2008-2009,serta merupakan upaya integrasi dalam sistem ASEAN Single Window (ASW).   (T.Ve/toeb)


Sumber: Kominfo-Newsroom - www.bipnewsroom.info



 
Copyright @ KRI Darwin - NT - All Rights Reserved - 2008 -
Design by : Artme Production