Home Brief History Government Flora & Fauna Land & People Climate Tourism Contact Us
 
 

The Consulate

Consular Service

Economic Issues

Social & Culture

Events & Pictures

Useful Links

Announcement

 
 
 
Pidato & Pernyataan > EKONOMI GLOBAL
 


OBAMA DAN SBY BAHAS KRISIS EKONOMI
16 Maret 2009
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Presiden Barack Obama pada hari Jum’at lalu mendiskusikan masalah krisis ekonomi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembicaraan yang dilakukan melalui telepon tersebut memperkuat hubungan antara kedua negara. Detail pembicaraan telepon tersebut tidak banyak diumumkan, namun Indonesia baru-baru ini meminta kepada Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Indonesia sendiri telah mendapatkan standby loan sebesar $5,5 bmilyar dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Jepang dan Australia.  
Dalam pernyataan tertulis Gedung Putih yang dikutip oleh Agence France-Presse dikatakan bahwa "Presiden berdiskusi mengenai banyak hal dengan Presiden Yudhoyono pagi ini.”  

"Presiden berkonsultasi dengan Presiden Yudhoyono mengenai krisis global yang terjadi saat ini dan menegaskan perlunya kerjasama yang lebih erat lagi. Kedua pemimpin juga akan menghadiri pertemuan G-20 Summit.” Obama dan Yudhoyono akan mengadiri pertemuan G-20 yang akan dihadiri oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang di London pada 2 April mendatang.  
Kedua pemimpin juga membahas masalah flu burung, perubahan iklim, penanggulangan terorisme dan masalah hak asazi manusia di Myanmar.  

Selain stand-by loan yang berasal dari konsorsium bank Dunia, Indonesia dipekrirakan akan memperoleh tambahan bantuan senilai $1 milyar dari Bank Pembangunan Asia. Pemberian dana tersebut sejalan dengan keputusan Bank Pembangunan Asia untuk meningkatkan modal kerja sebesar 200%.  
Kepala Kebijakan Fiskal, Anggito Abimanyu pada hari Selasa lalu mengatakan, setiap negara anggota diwajibkan memberikan bantuan terhadap rencana tersebut. Indonesia akan memberikan bantuan dana sebesar $33,6 juta setiap tahunnya.  

Perbankan dalam negeri dilaporkan berada dalam kondisi yang lebih baik. Menurut data dari BI, jumlah kredit
yang disalurkan turun ke Rp1.289,84 triliun pada bulan Januari dari Rp1.307,69 triliun pada bulan Desember. Menurut laporan  The Jakarta Post pada hari Jum’at lalu, volume pinjaman selama bulan Januari adalah yang terendah dalam 4 bulan terakhir. Penempatan dana perbankan di BI naik sebesar Rp24,51 triliun menjadi Rp346,84 triliun pada bulan Januari dari Rp322,33 triliun pada bulan Desember.  
Jumlah dana yang berada di Sertifikat Bank Indonesia pada bulan Januari mencapai Rp208,51 triliun atau naik  Rp41,99 triliun dari total kepemilikan Rp166,52 triliun pada bulan Desember. Sementara itu, jumlah dana pihak ketiga turun menjadi Rp1.748,81 triliun dari Rp1.753,29 triliun.

Data BI menunjukkan penurunan suku bunga dari rata-rata 14,2% pada mingu terakhir Desember 2008 ke 13,93% pada minggu kedua bulan Maret. Suku bunga deposito turun dari 8,75% ke 8,32%.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar perbankan menurunkan suku bunga acuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang saat ini sangat bergantung pada konsumsi dalam negeri dan belanja pemerintah.  

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada hari Rabu lalu mengatakan, pemerintah telah meminta BUMN perbankan untuk mengikuti langkah BI menurunkan suku bunga acuan. Deputi Gubernur BI, Muliaman D. Hadad mengatakan, dalam kondisi normal, bank memerlukan waktu 2 hingga 3 bulan untuk menyesuaikan terhadap suku bunga acuan yang baru.  
Wakil Presiden Jusuf Kalla pada hari Rabu lalu mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan mencapai 4,5-5%, lebih tinggi dari perkiraan BI yang memperkirakan ekonomi akan tumbuh sebesar 4%.  
“Dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih stabil. Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh 4,5-5% tahun ini. Tidak ada negara lain seperti Indonesia yang mampu bertahan di tengah krisis saat ini,” kata Jusuf Kalla.  
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat mencapai 5,2% atau lebih rendah dibandingkan dengan kuartal keempat tahun sebelumnya. Namun Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan dengan negara tetangga Indonesia seperti Singapura dan Korea Selatan.

Sumber: Kominfo-Newsroom - www.bipnewsroom.info

 
Copyright @ KRI Darwin - NT - All Rights Reserved - 2008 -
Design by : Artme Production